post

10 Langkah Mudah Menulis Artikel Mencengangkan

Apakah seorang marketer handal dulunya berpendidikan marketing? Sudah bisa dipastikan 90% tidak. Selain karena jurusan marketing di Indonesia tidak sepopuler di universitas di luar negeri, alasan umum lainnya adalah yang menjadikan seseorang jago menjual bukan dominan didasari oleh pendidikan, melainkan pengalaman. Begitu halnya dalam hal menulis. Langkah berikut bisa membantu Anda yang bahkan tidak punya pengalaman menulis pun bisa menghasilkan tulisan mencengangkan :

Langkah Pertama : Mulai Dari Permasalahan
Menulis sebuah tema yang didasari pada problem, terlebih permasalahan banyak orang, akan menjadi lebih menarik. Selain kita tertantang untuk mencari tahu penyebab dan jalan keluarnya, kita juga senang karena menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Contoh tema yang bisa diangkat : mengapa orang Indonesia punya kebiasaan tidak on time, menyerobot antrean atau bila itu berkaitan dengan urusan pekerjaan, tulis artikel yang benar-benar problem dunia kerja, seperti mengapa di Indonesia profesi tidak terlalu dihargai seperti di luar negeri. Peluang dibacanya lebih tinggi karena tema tulisan ‘dekat’ dengan kehidupan sehari-hari.

Langkah Kedua : Lakukan Dengan Senang Hati
Menulis itu butuh dorongan dari dalam jiwa. Jika menulis sekenanya, hasilnya juga akan sekenanya. Bagaimana bila mood lagi kurang baik? Pancing! Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Bila perlu keadaan baik kita ciptakan. Caranya? Tentu Anda sendiri yang tahu. Bila Anda suka musik, rangsang dengan musik-musik yang mampu memancing mood.

Langkah Ketiga : Tulis, Tulis, Tulis
Untuk bisa menulis caranya cuma satu : menulis! Hanya dengan begitu skill menulis terasah. Tapi bagaimana memulai tulisan yang seringkali dirasakan sebagai momok bagi hampir semua orang? Tulis apa yang ingin Anda tulis. Untuk bisa mendapatkan tulisan sempurna hanya butuh itu. Jika menunggu hasil seperti penulis kawakan, maka Anda tak akan pernah mendapatkannya. Mereka yang profesional pul dulunya juga dimulai dari nol dan tulisan penuh editan. Bedanya, mereka telah melewati masa itu, sementara Anda belum.

Langkah Keempat : Buat Outline
Buat poin-poin utama dari tema yang hendak ditulis. Outline membantu Anda menulis terarah. Tidak perlu banyak. Asal mendukung ke penguatan tulisan sudah cukup. Berapa? Minimal 3 poin outline. Untuk penulisan website atau blog, outline biasanya ‘diserupakan’ alinea. Jadi minimal 3 alinea dengam masing-masing punya diferensiasi bahasan. Jangan pindah alinea hanya gara-gara tulisan sudah banyak. Pindahlah pada alinea baru karena memang akan ganti ide/gagasan baru.

Langkah Kelima : Tentukan Judul Yang Tidak Biasa
Mengapa menulis judul yang tidak biasa? Karena judul yang biasa tidak akan dibaca. Maksudnya sekadar lewat begitu saja. Bagaimana judul yang tidak biasa? Ia mengandung human interest, tersimpan sesuatu yang ‘tidak main-main’, merupakan sesuatu yang dicari-cari pembaca, dan bisa juga kontradiktif.

Blogging

Langkah Keenam : Miliki Formulasi Judul Fantastis.
Bila judul mengandung makna seperti poin kelima, mengemasnya harus lewat formula yang tepat. Ada banyak sekali formula yang bisa digunakan. Beberapa di antaranya adalah memuat unsur angka, kalimat tanya, negasi, penegasan, pendekatan tahun/masa, ringkas-padat-jelas, dan jawaban atas fenomena.

Berikut contoh judul dengan beberapa formulasi :
a. 7 Alasan memilih kuliah jurusan bisnis. (Formula angka)
b. Mengapa perusahaan lebih suka mempekerjakan karyawan fresh graduate? (Formula kalimat tanya)
c. 10 alasan pensiun dini itu perlu (Formula angka dan penegasan)
d. Siapakah wanita pembuat perubahan tahun 2015? (Formula kalimat tanya dan tahun)
e. Inilah alasan mengapa wanita lebih suka pria percaya diri. (Formula penegasan)

Langkah Ketujuh : Buat Pertanyaan “Penting” Sebelum Memastikan Tulisan Diunggah
Tidak semua pembaca punya cukup banyak waktu untuk membaca tulisan. Itulah mengapa sebagai penulis perlu memastikan bahwa tulisannya benar-benar layak dibaca sehingga pembaca tidak perlu merasa membuang-buang waktu. Pembaca lebih mudah teralihkan oleh tulisan-tulisan yang : mengajak mereka berpikir ulang, bertanya-tanya, memancing emosi, dan merasa dilibatkan.

Langkah Kedelapan : Gunakan Rumus 8-4-8-2
Ini akan mempermudah Anda menulis. Gunakan formula 8-4-8-2, yakni 8 kalimat per alinea, 4 alinea per artikel, 8 artikel per bulan (makin banyak frekuensi menulis makin lancar), dan 2 data pendukung di setiap artikel yang ditulis. Data pendukung dapat berupa hasil penelitian, grafis data, fakta umum, atau kutipan dari buku atau media yang kompeten. Apakah formula ini wajib? Tentu tidak. Ini hanyalah panduan praktis. Makin sering menulis dan artikel berbobot, makin terasah keahlian menulis seseorang.

Langkah Kesembilan : Baca Satu Per Satu
Ada batu sandungan besar seorang penulis. Apa itu? Memastikan tulisannya akurat. Baik dari sisi kebenaran sumber data sampai pada kebenaraan ejaan atau penulisan termasuk tanda baca. Salah ejaan saja bisa mengurangi kenyamanan membaca. Solusinya adalah membaca satu per satu kata dan juga berulang tulisan yang telah dibuat. Typo atau salah tulis menjadi satu faktor penilaian pembaca pada citra seorang penulis.

Langkah Kesepuluh : Bandingkan!
Tidak ada cara paling ampuh dari upaya membuat tulisan yang bagus, kecuali rajin mengevaluasinya. Setiap kali selesai menulis, evaluasi tulisan Anda lalu bandingkan dengan hasil dari penulis lain. Dari sana akan bisa mengukur skor diri sendiri dibanding penulis lain. Salah satu syarat menjadi penulis hebat adalah kemampuan mengukur keahlian diri sendiri sehingga tahu apa yang bisa diperbaiki. Penulis harus punya referensi tak terbatas. Good luck!

post

Mengigitlah Layaknya Herder!

Minggu lalu saya datang ke sebuah cafe milik seorang kawan hanya sebatas ingin ngobrol santai dengan teman baru. Ya, baru kenal. Usia pertemanan kami baru satu minggu sejak diperkenalkan dal

am sebuah acara yang dihelat oleh majalah marketing terbitan nasional.

Di sela-sela obrolan, perhatian tiba-tiba beralih kepada dua anak muda di meja sebelah kami. Mereka sedang asyik melukis dengan cat air. ”Hey! lihat mereka, keren sekali yah?! jago desain”. antusias saya.

 

Kawan, si pemilik cafe, yang kebetulan nimbrung juga dengan kami bercerita bahwa anak muda tersebut memang sudah jadi pelanggan setianya. Bukan cuma sekali itu saja mereka datang ke kafe yang berlokasi di kompleks SMA favorit di kota Surabaya itu hanya untuk ngopi (atau bisa jadi ngeteh, karena memang di cafe itu menjual konsep ‘pilih kopi atau teh’, sesuai dengan tagline yang menyertai nama brand mereka ”coffee and tea”) sambil ‘corat coret’ kanvas desain.

 

Tidak berpikir panjang, saya segera beranjak dari tempat duduk dan menghampiri keduanya, yang salah seorang darinya bernama ‘herder’. What?!! Ya, Herder! Pemuda mahasiwa tadi berucap ”Herder!” sambil menjulurkan tangannya. Alis saya langsung mengernyit. Melihat ekspresi saya yang menyimpan tanda tanya, dia langsung menyambar ”Teman-teman mengenal dan memanggil saya Herder, Mas! hehe,”imbuhnya.

HRDR Cut

”Herdeerrr??!” Saya masih belum habis pikir, sambil membolak-balik kartu nama yang disodorkannya bertuliskan ”Rizky Herdiansyah | Herder”. Dibalik kartu nama terdapat gambar kartun animasi anjing herder dalam posisi duduk, dengan kepala mendongak, layaknya anjing-anjing herder yang siap ‘menggigit’ mangsa.

Kreatif sekali mahasiswa ini, pikir saya. Karena sejujurnya saya sudah ‘digigit’nya sejak perkenalan. Caranya branding, unik. Dari segi nama, ia sudah berhasil mem-Brand Wash ‘calon konsumen’.

Kartu nama berukuran tidak umum, dengan bentuk kotak sama sisi itu, saya bolak-balik. Herder dalam dunia anjing, selama ini dikenal sebagai anjing siaga yang siap menerkam lawan sewaktu-waktu. Anjing jenis ini biasanya dipakai pihak kepolisian untuk melacak jejak target operasi. Daya endusnya yang tajam sangat membantu menemukan objek yang dimaksud.

Di bawah gambar terdapat tulisan ”HRDR”, kemudian disusul kata ”Creative Production”. Masih terkesan dengan cara ia ber-personal branding, beberapa kali saya bolak-balik kartu namanya. Branding yang dilakukan anak muda ini cukup ‘menggigit’.

Selama ini kita terlalu terkesan ‘standar’ dalam branding, sehingga sulit dikenal publik. Padahal dalam konteks branding (promosi produk), tidak bisa dipungkiri bahwa, visualising atau cara kita menampilkan ‘visual’ diri menentukan bagaimana dan berapa lama orang lain mampu mengingat (brand) kita.

Banyak alasan orang tidak melakukan (atau justru tidak mau?) branding secara out of the box. Selain mungkin karena keterbatasan kreatifitas, biasanya alasan klasiknya adalah karena ‘malu’ kalau-kalau terkesan ‘aneh’.

Bukankah dalam dunia periklanan iklan yang mudah diingat konsumen adalah yang terbaik atau paling buruk sekalipun? Jika kita terlihat rata-rata, mau sampai kapan pun akan sulit dikenal karena terlalu banyak brand beredar di pasaran. Jadi, berpikirlah untuk mem-branding diri Anda dengan sesuatu yang lebih ‘menggigit’ layaknya anjing herder.

by Ficky A. Hidajat

BRAND Expert dari Broadcast Indonesia. Untuk konsultasi Personal Branding, kirimkan pertanyaan melalui email broadcastindonesia(at)live(dot)com.

(Artikel ini pernah ditampilkan di www.beritasurabaya.net pada tanggal 20 Januari 2013).

post

MAKES YOUr brand SPEAKS!

Pesatnya pertumbuhan media, terlebih lagi televisi, menumbuhkan bisnis periklanan. Perusahaan advertising berlomba meningkatkan nilai tawar dengan menawarkan berbagai macam layanan promosi ‘tidak tanggung-tanggung’. Apa saja layanan tanpa tanggung-tanggung itu? Mulai dari media yang dipilih, strategi branding sampai pada harga gila-gilaan. Angka terakhir barangkali cukup menguntungkan bagi konsumen. Pertanyaannya, efektifkah?

Dengan angka yang dikeluarkan oleh kita sebagai pengguna jasa apakah sebanding? Ini yang seringkali tidak dipikir dua tiga kali oleh perusahaan. Hanya karena melihat ‘tren’, terkadang keputusan dinilai benar. Padahal belum tentu tepat. Daripada bingung menentukan beriklan model apa, kenapa kita tidak beriklan saja kepada karyawan kita? Inilah cara baru branding! Dengan branding melalui karyawan (personal branding) kita akan mendapatkan banyak keuntungan. Selain branding efektif, kita bisa menjadikan karyawan loyal dan merupakan budget promosi yang murah.