5 alasan merealisasikan resolusi besar di tahun baru

New year resolutionAda beberapa hal yang selalu mengiringi pergantian tahun. Dari mulai perayaannya, terompet, kalender yang juga baru hingga target atau pencapaian. Resolusi menjadi begitu identik dengan tahun baru. Entah itu resolusi pribadi. keluarga atau perusahaan. Lihat saja akun-akun di social media. Serasa semuanya berlomba membuat status tentang resolusi tahun baru. Namun berapa banyak dari mereka yang berhasil mewujudkannya? Nah, agar Anda tidak lalai untuk mewujudkan/merealisasikan target atau resolusi yang sudah disusun, ketahui 5 alasan besar mengapa Anda harus segera mewujudkannya :

  1. Tidak ada alasan untuk tidak mewujudkannya.

Banyak orang berpikir bahwa berat sekali mewujudkan target-target. Langkah seperti apa yang akan ditempuh dan bagaimana jika hasil akhirnya tidak sesuai dengan rencana. Begini, jika boleh kami sarankan adalah cobalah percaya pada apa yang sudah banyak orang sukses lakukan yakni melangkah terlebih dulu. Langkah yang seperti apa? Melangkah saja! Karena setelah melangkah, Anda akan menemukan cara-cara untuk melanjutkan langkah. Karena tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak mewujudkannya. Seperti halnya sebuah perjalanan, Anda tidak mungkin berdiam diri setelah tiba di suatu tempat bukan? Teruslah berjalan, karena Anda akan takjub betapa banyak jalan terbentang di depan sana.

  1. Masa depan adalah sama sekali berbeda.

Seringkali yang menjadikan diri kita tidak bergerak bukan dari faktor luar. Tetapi justru diri sendiri. Ketakutan demi ketakutan kita lah yang membentuk sebuah bayangan kengerian besar di depan mata. Jika Anda punya mesin yang bisa memutar waktu hingga beberapa lama ke depan, maka Anda akan tahu apa yang terjadi di masa depan yang sama sekali berbeda dengan masa lalu. Masa lalu seringkali membuat kita melakukan banyak pertimbangan sehingga enggan melangkah.

  1. Januari adalah awal terbaik untuk memulai

Ada kata bijak mengatakan “sebuah awal yang baik akan mengantar pada akhir yang baik”. Jika Anda percaya itu, selamat! Tetapi jika tidak, kami menyarankan Anda untuk mempercayainya. Karena sejatinya sebuah awal menentukan bagaimana pertengahan dan akhir. Begitu pula dalam perjalanan tahun keberuntungan Anda, awali dengan fokus pada memberikan yang terbaik di bulan Januari. Jika hasilnya bagus, tentu ini akan memberikan dampak psikologis baik bagi kineja Anda di bulan-bulan berikutnya. Tetapi jika tidak, Anda masih punya waktu untuk mengevaluasi kekurangan. Inilah tujuan dari sebuah kerja keras di awal. Tentukan langkah apa yang akan  dilakukan di bulan Januari, kemudian evaluasi menjelang pergantian bulan. Begitu seterusnya di bulan-bulan sesudahnya.

  1. Masa depan Anda jauh lebih berharga daripada masa lalu Anda.

Sebuah keniscayaan untuk memikirkan masa depan dengan melangkah maju. Karena sebesar apapun penyesalan terhadap sebuah masa lalu, ia tidak akan pernah kembali. Begitu pula dengan kisah sukses di masa lalu, cukup menjadi sebuah pembelajaran, jangan terlalu berkaca padanya karena apa yang terjadi di depan tentu tidak akan pernah sama persis. Bijak untuk mempertimbangkan apa yang pernah terjadi di masa lalu dan mengolahnya dengan informasi yang terjadi di masa sekarang serta peluang-peluang yang terjadi esok. Mewujudkan resolusi Anda adalah sebuah keniscayaan.

5. Adalah mudah untuk menjalaninya. Hal paling sulit dari sebuah permasalahan adalah menganggap sulit masalah itu sendiri. Jalani! Problem seringkali lebih berat di pikiran kita. Namun setelah dijalani ternyata tidaklah demikian adanya. Demikian pula dengan resolusi-resolusi yang sudah Anda rancang, wujudkan dengan menjalaninya. Bukan cuma di atas kertas saja, tetapi di kehidupan nyata dengan memasang target-target yang terukur.

Selamat mewujudkan resolusi terbaik Anda!

Punya pendapat, masukan dan pengalaman terkait artikel ini? bagikan dengan kami. Tim Broadcast Indonesia akan dengan senang hati mendiskusikannya. Have a BRAND new YOU!

 

 

post

Mengigitlah Layaknya Herder!

Minggu lalu saya datang ke sebuah cafe milik seorang kawan hanya sebatas ingin ngobrol santai dengan teman baru. Ya, baru kenal. Usia pertemanan kami baru satu minggu sejak diperkenalkan dal

am sebuah acara yang dihelat oleh majalah marketing terbitan nasional.

Di sela-sela obrolan, perhatian tiba-tiba beralih kepada dua anak muda di meja sebelah kami. Mereka sedang asyik melukis dengan cat air. ”Hey! lihat mereka, keren sekali yah?! jago desain”. antusias saya.

 

Kawan, si pemilik cafe, yang kebetulan nimbrung juga dengan kami bercerita bahwa anak muda tersebut memang sudah jadi pelanggan setianya. Bukan cuma sekali itu saja mereka datang ke kafe yang berlokasi di kompleks SMA favorit di kota Surabaya itu hanya untuk ngopi (atau bisa jadi ngeteh, karena memang di cafe itu menjual konsep ‘pilih kopi atau teh’, sesuai dengan tagline yang menyertai nama brand mereka ”coffee and tea”) sambil ‘corat coret’ kanvas desain.

 

Tidak berpikir panjang, saya segera beranjak dari tempat duduk dan menghampiri keduanya, yang salah seorang darinya bernama ‘herder’. What?!! Ya, Herder! Pemuda mahasiwa tadi berucap ”Herder!” sambil menjulurkan tangannya. Alis saya langsung mengernyit. Melihat ekspresi saya yang menyimpan tanda tanya, dia langsung menyambar ”Teman-teman mengenal dan memanggil saya Herder, Mas! hehe,”imbuhnya.

HRDR Cut

”Herdeerrr??!” Saya masih belum habis pikir, sambil membolak-balik kartu nama yang disodorkannya bertuliskan ”Rizky Herdiansyah | Herder”. Dibalik kartu nama terdapat gambar kartun animasi anjing herder dalam posisi duduk, dengan kepala mendongak, layaknya anjing-anjing herder yang siap ‘menggigit’ mangsa.

Kreatif sekali mahasiswa ini, pikir saya. Karena sejujurnya saya sudah ‘digigit’nya sejak perkenalan. Caranya branding, unik. Dari segi nama, ia sudah berhasil mem-Brand Wash ‘calon konsumen’.

Kartu nama berukuran tidak umum, dengan bentuk kotak sama sisi itu, saya bolak-balik. Herder dalam dunia anjing, selama ini dikenal sebagai anjing siaga yang siap menerkam lawan sewaktu-waktu. Anjing jenis ini biasanya dipakai pihak kepolisian untuk melacak jejak target operasi. Daya endusnya yang tajam sangat membantu menemukan objek yang dimaksud.

Di bawah gambar terdapat tulisan ”HRDR”, kemudian disusul kata ”Creative Production”. Masih terkesan dengan cara ia ber-personal branding, beberapa kali saya bolak-balik kartu namanya. Branding yang dilakukan anak muda ini cukup ‘menggigit’.

Selama ini kita terlalu terkesan ‘standar’ dalam branding, sehingga sulit dikenal publik. Padahal dalam konteks branding (promosi produk), tidak bisa dipungkiri bahwa, visualising atau cara kita menampilkan ‘visual’ diri menentukan bagaimana dan berapa lama orang lain mampu mengingat (brand) kita.

Banyak alasan orang tidak melakukan (atau justru tidak mau?) branding secara out of the box. Selain mungkin karena keterbatasan kreatifitas, biasanya alasan klasiknya adalah karena ‘malu’ kalau-kalau terkesan ‘aneh’.

Bukankah dalam dunia periklanan iklan yang mudah diingat konsumen adalah yang terbaik atau paling buruk sekalipun? Jika kita terlihat rata-rata, mau sampai kapan pun akan sulit dikenal karena terlalu banyak brand beredar di pasaran. Jadi, berpikirlah untuk mem-branding diri Anda dengan sesuatu yang lebih ‘menggigit’ layaknya anjing herder.

by Ficky A. Hidajat

BRAND Expert dari Broadcast Indonesia. Untuk konsultasi Personal Branding, kirimkan pertanyaan melalui email broadcastindonesia(at)live(dot)com.

(Artikel ini pernah ditampilkan di www.beritasurabaya.net pada tanggal 20 Januari 2013).

post

MAKES YOUr brand SPEAKS!

Pesatnya pertumbuhan media, terlebih lagi televisi, menumbuhkan bisnis periklanan. Perusahaan advertising berlomba meningkatkan nilai tawar dengan menawarkan berbagai macam layanan promosi ‘tidak tanggung-tanggung’. Apa saja layanan tanpa tanggung-tanggung itu? Mulai dari media yang dipilih, strategi branding sampai pada harga gila-gilaan. Angka terakhir barangkali cukup menguntungkan bagi konsumen. Pertanyaannya, efektifkah?

Dengan angka yang dikeluarkan oleh kita sebagai pengguna jasa apakah sebanding? Ini yang seringkali tidak dipikir dua tiga kali oleh perusahaan. Hanya karena melihat ‘tren’, terkadang keputusan dinilai benar. Padahal belum tentu tepat. Daripada bingung menentukan beriklan model apa, kenapa kita tidak beriklan saja kepada karyawan kita? Inilah cara baru branding! Dengan branding melalui karyawan (personal branding) kita akan mendapatkan banyak keuntungan. Selain branding efektif, kita bisa menjadikan karyawan loyal dan merupakan budget promosi yang murah.